NYONGKOLAN: KEHORMATAN SEORANG WANITA
Nyongkolan adalah
sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan
pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat.Nyongkolan sendiri berasal dari kata
‘’songkol” yang berarti mendorong dari belakang atau bisa diartikan menggiring
(mengiring).Nyongkol berarti mengiringi secara
beramai-ramai kedua mempelai ke rumah orang tua pengantin perempuan.
Tujuan dari nyongkolan ini sendiri adalah untuk membuktikan bahwa pihak
mempelai laki-laki memperlakukan wanita dengan sangat terhormat dengan membawa
orang banyak terutama para tetua kampung. Membawa mempelai wanita dengan
terhormat ke rumahnya dan disambut pula dengan terhormat oleh keluarga mempelai
wanita. Selain itu, dengan berjalannya prosesi nyongkolan masyarakat akan
mengetahui bahwa mempelai laki-laki dan wanita telah menikah.
Dalam acara nyongkolan ini juga sesepuh atau wakil dari kedua keluarga
tersebut mengadakan serah terima (sorong serah ajikrama) sebagai tanda bahwa
mereka telah sama-sama menyerahkan anak-anak mereka menikah. Dalam prosesi ini
nyongkolan biasanya dilakukan setelah sorong serah aji krama dilakukan
Di daerah Muncan
kecamatan Kopang, nyongkolan yang dijelaskan oleh Bapak Lalu Wiratamrin selaku
ketua pengelola sanggar Sekar Bunga Setaman di Muncan sekaligus anggota BPD. Beliau
menjelaskan nyongkolan sesama bangsawan atau sekupu yang masih tetap dijaga di
daerah tersebut.
Sebelum berangkat nyongkolan, kedua pengantin dipayas (dirias) serta
mengenakan pakaian pengantin adat sasak. Nyongkolan dipimpin oleh pembayun
untuk menjaga ketertiban terutama saat diperjalanan sampai di ruamah keluarga
pengantin perempuan. Dalam rombongan yang berada paling depan adalah
pengelingsir laki-laki atau para tetua kampong dan di belakangnya pengelingsir
perempuan kemudian kelompok panji yang membawa lekoq buaq dalam pebuan atau
lekesan. Selanjutnya pengantin perempuan diikuti kelompok pengiring perempuan,
di belakangnya pengantin laki-laki diiringi kelompok pengiring laki-laki,
barisan belakang adalah pemusik gendang beleq.
Kemudian ada pasukan berani mati atau biasa disebut dengan pasukan
tombak. Posisi pasukan berani mati adalah mengapit diantara ruas kiri dan ruas
kanan barisan. Ini maksudkan untuk melindungi keluarga dan para pengiring dari
ancaman musuh diluar.
Sebelum sampai di ruamah keluarga pengantin perempuan rombongan pihak
pengantin laki-laki akan disambut oleh rombongan muda-mudi dari pihak keluarga
pengantin perempuan lalu bersama-sama menuju rumah pengantin perempuan. Tetapi
rombongan arak-arakan ini, terutama sekali kedua mempelai, belum boleh masuk
karena pembayun dari pihak pengantin perempuan akan menunggu di areal halaman
rumah. Setelah itu terjadi komunikasi antar pembayun dengan menggunakan bahasa
sasak halus. Setelah pembayun dari pihak perempuan mempersilahkan barulah
rombongan penyongkol boleh masuk.
Rangkaian di atas hanya menjelaskan tentang sebagian prosesi dari merarik
(menikah) yaitu nyongkolan. Terlihat jelas nyongkolan sangat penting dilakukan
karena mempelai laki-laki akan membuktikan bahwa dengan melakukan prosesi
nyongkolan ini mempelai wanita akan diperlakukan dengan cara terhormat.
Sehingga prosesi nyongkolan pun dilakukan secara sacral dengan pimpinan dari
para tetua kampung.
Supeer kakak
BalasHapusBagus kak.
BalasHapusSalam budyaa
Good... Pesolah tampilan blog!!!
BalasHapusMakasi teman. Tetap kunjungi blog saya. Tunggu kiriman selanjutnya.
HapusIni seperti mahakarya
BalasHapusTerbaik dari segala yg terbaik, menambah wawasan bagi pembaca
BalasHapusInformasi yang menarik
BalasHapusSangat keren, dari budaya nyongkolan kita dapat mengetahui betapa terhormatnya seorang wanita.
BalasHapusBagus sekali
BalasHapusBagus sekali
BalasHapusSmga bermanfaat ukhti
BalasHapusGood ππ
BalasHapusGood ππ
BalasHapusKeren keren.. kembangkan..
BalasHapusNays
BalasHapusLuar biasa sangat membangun, dan menambah wawasan sekali
BalasHapusBagusnya
BalasHapusselain dari segi mempertahankan budaya, apakah fungsi nyongkolan masih relevan untuk masa sekarang ini? minta penjelasan
BalasHapusKarena nyongkolan pada zaman ini sudah bergeser dan cara nyongkolan sendiri pun banyak yang berbah. Fungsi nyongkolan secara relevan masih ada sekarang ini namun hanya daerah tertentu yang mempertahankan. Seperti daerah kalangan kaum bangsawan.
Hapuscontoh fungsinya? mungkin bisa diterangkan, soalnya dewasa ini banyak dikeluhkan masalah yg ditimbulkan oleh nyongkolan itu sendiri
HapusMnatep ni
BalasHapusBagus sekali, bisa saya jadikan referensi pernikahan saya besok
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBagus sekaliiπ
BalasHapusBermanfaat sekali, tingkatkan
BalasHapusBermanfaat sekali, tingkatkan
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat untuk lebih mengenal budaya sasak πππ
BalasHapusthat's good
BalasHapusBagus..
BalasHapusLuar biasa
BalasHapus